Kamis, 28 Januari 2016

Gratis Download: Ebook Asyiknya Liburan Santri


Judul Buku: Motivasi Rabbani
Penulis: Litbang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (Radinal Mukhtar Harahap)
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 64
Genre: Panduan

Menyambut liburan santri-santriwati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Bidang Pengasuhan dan Bidang Penelitian dan Pengembangan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah meluncurkan buku “Asyiknya Liburan Santri”: Catatan Harian Santri-Santriwati yang akan memandu mereka dalam setiap kegiatannya selama liburan.
Anda yang juga menginginkan untuk bersama-sama mereka mengisi buku tersebut, silahkan download di link berikut ini:

https://drive.google.com/file/d/0B6ZlHV2mjRuxNnlJTGJ4TlFDajg/view

Selamat berlibur. Selamat menikmati sajian dari kami.

Motivasi Rabbani


Harga: Rp.30.000 + Ongkos Kirim

Judul Buku: Motivasi Rabbani
Penulis: Imamul Authon Nur
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 126
Genre: Motivasi



Motivasi adalah energi yang dapat mendorong setiap orang untuk bergerak. Dalam hal ini, berbagai hal telah banyak diterapkan. Ada yang memotivasi dengan hal-hal yang bersifat materi seperti harta melimpah, rumah mewah, berlibur di tempat-tempat istimewa dan lain sebagainya. Ada juga yang memotivasi dengan hal-hal yang bersifat emosi yaitu dengan memantik kesadaran diri sendiri, memacu untuk menyaingi orang lain dan seterusnya. Terlepas dari dua hal tersebut, motivasi Rabbani yang menyadari tentang keberadaan Tuhan sebagai puncak kenikmatan hidup seseorang merupakan motivasi terkuat yang terbukti bahkan hingga kini.

Namun demikian, untuk kategori motivasi terakhir, motivasi yang berasal dari Hadis-Hadis Qudsi Pilihan merupakan sumber yang jarang untuk ditemukan. Demi keperluan itulah, buku yang ada di tangan Anda ini hadis. Berasal dari 20 Hadis Qudsi Pilihan, kita akan dibuat terpenjat dengan peringatan, tersenyum dengan kabar bahagia, menangis dengan ancaman pedih, atau merenung dengan keterangan-keterangan yang langsung bersumber dari Allah swt., dan disampaikan oleh kekasih-Nya Muhammad saw.

Semoga, dengan hadirnya buku ini, dapat mencerahkan kehidupan kita dan membakar semangat-semangat yang, bisa jadi, selama ini masih terpendam di dalam benak.

Selamat membaca!

Santri-Emotional Freedom Technique

Harga: Rp.40.000 + Ongkos Kirim

Judul Buku: Santri-Emotional Freedom Technique
Penulis: Ustadz Solihin Adin
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 160
Genre: Terapi



Anda merasa gelisah? Anda merasa tidak tentram? Anda merasa banyak gangguan pikiran yang menghantui kehidupan? Atau Anda merasa memiliki penyakit yang membuat ruang gerak Anda terbatasi? Inilah buku terapi S-EFT: Santri Emotional Freedom Technique yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit fisik maupun psikis seperti phobia yang berlebihan, marah yang memuncak, dendam kesumat, gugup dan grogi berbicara dengan di depan maupun dengan orang lain, atau sakit kepala, migrain, nyeri punggung, alergi, sesak nafas, nyeri saat haid, asam urat, hipertensi bahkan jantung. Buku ini, meski pun menggunakan kata santri di judulnya, juga ampuh bagi orang tua, wali santri, keluarga santri, maupun guru-guru.

Masih tidak percaya? Simak rekomendasi berikut:

Saya rasa buku ini sangat baik dan patut dimiliki oleh santri, pelajar atau orang tua/ wali santri, termasuk untuk guru-guru sebagai sarana pelengkap menuju sukses meraih cita-cita dan mimpi mereka ke depan. Nah, semoga buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh orang banyak untuk menjadi salah satu tool/ alat yang dapat memberi solusi dari problematika kehidupan.

H. Abdul Muthalib Sembiring SH.
(Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah)

Hammasah: Inspirasi Santri Berprestasi

Harga: Rp.30.000 + Ongkos Kirim

Judul Buku: Hammasah: Inspirasi Santri Berprestasi
Penulis: Radinal Mukhtar Harahap
Tahun Terbit: 2015
Halaman:  xiv + 110
Genre: Motivasi, Biografi



Buku ini adalah hasil wawancara penulis kepada 27 santri-santriwati berprestasi yang meraih beasiswa belajar karena usaha dan kerja keras yang nyata. Ditulis dengan gaya renyah, buku ini akan memberikan informasi penting tentang cara dan teknik mendapatkan prestasi belajar

  • ·        Bagaimana kaitan ibadah dengan prestasi?
  • ·        Bagaimana peran orang tua terhadap prestasi anak?
  • ·        Bagaimana peran guru dapat mengoptimalkan prestasi?
  • ·        Bagaimana sebaiknya melihat prestasi belajar?
  • ·        Bagaimana kunci belajar yang efektif?
  • ·        Bagaimana cara memilih ekstrakulikuler?
  • ·        Dan masih banyak yang lainnya…

“Selamat membaca dan bersiap-siaplah untuk berubah menjadi yang pribadi terbaik, lebih disayangi orang tua, dan menjadi kebanggaan Sang Pemilik Anda sendiri, yaitu Allah swt.”
Ustadz Solihin Adin, Wakil Direktur Pesantren
Ar-Raudlatul Hasanah dan Penulis Buku
S-EFT: Santri-Emotional Freedom Technique

Kumpulan Cerpen: Ustadzah Berkisah

Harga: Rp.25.000 + Ongkos Kirim


Judul Buku: Ustadzah Berkisah
Penulis: Ira Madan, dkk
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 116
Genre: Kumcer, Fiksi



Saya ingin katakan bahwa tradisi berkisah lewat cerpen tak sekadar menggariskan mata pena. Tradisi itu seperti menuturkan kehidupan. Sangat wajar jika kemudian tokoh-tokoh yang ditampilkan mampu “menghidupkan” perasaan, bahkan terkadang menyulut emosi. Dan ini hanya bisa dinikmati jika bukunya sudah dimiliki kemudian dibaca dengan penuh luapasan emosi.
Ust. H. Qosim Nursheha Dzulhadi, Lc., M.Ud
Ka. Bid. Litbang Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Komentar saya? Andai semua guru bisa menulis dan meninggalkan karya tulis untuk anak-anak didiknya, kita akan melihat bagaimana luar biasanya kehidupan di lembaga-lembaga pendidikan. Layak dicontoh dan diteladani!
Radinal Mukhtar Harahap
Penikmat Buku dan Penulis Buku Motivasi Menulis
Bacalah kisah-kisah menarik dari ustadzah-ustadzah berikut:
Fitri Mirnawati, Maryam Jamilah, Zaimah Panjaitan, Ira Madan, Rizka Amelia, Susi Rezkita Dewi Harahap, Elvi Yulianti.
Selamat Membaca!

Best Seller: Santri Menulislah!

Harga: Rp.20.000 + Ongkos Kirim


Judul Buku: Santri, Menulislah!
Penulis: Radinal Mukhtar Harahap
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 110
Genre: Motivasi, Jurnalistik, How To



Hingga sekarang, 2015, saya diamanahi pesantren untuk menjadi pengurus di Biro Informatika-Teknologi-Jurnalistik (ITJ) yang sebagian besarnya memberi pembekalan writing-skill kepada santri-santriwati plus calon alumni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Untuk beberapa jam pertemuan yang disediakan, hal itu tentu tidak cukup untuk melahirkan seorang penulis. Walhasil, setiap tahunnya saya hanya mengkreasi semacam pengantar saja untuk dapat menulis. Untuk praktik dan pengembangannya, saya harapkan dapat mereka jalankan sendiri ketika terjun di masyarakat.

Sedikit banyak, harapan itu saya rasakan dari beberapa pertanyaan yang masuk ke inbox facebook, bbm, sms dan media lainnya tentang bagaimana mengembangkan kemampuan menulis. Bahkan di antara mereka, yang tentunya telah bergabung dengan komunitasnya masing-masing, ada yang berkenan ‘memanggil’ saya untuk sekedar mengulangi pengantar tersebut, bahkan meminta lanjutannya. Di sela-sela kegiatan padat di pesantren, hal itu tentu membuat saya kerepotan. 

Kendala-kendala semacam di atas pada akhirnya mendorong saya untuk menyelesaikan buku singkat ini. Saya katakan buku, meskipun dengan penambahan kata singkat setelahnya, tentunya setelah merujuk pada apa yang didefinisikan Unesco pada tahun 1964: a book is a non-periodical printed publication of at least 50 pages, exclusive of the cover pages, pubished in the country and made available to the public. Toh, tulisan saya ini sudah memenuhi semua persyaratan di atas.  

Sudah lama saya hendak menyelesaikan buku ini, yaitu ketika Khaled Abou el-Fadl dalam Musyawarah Buku-nya seperti berbisik kepada saya, “Pesan Islam dimulai dengan sebuah buku (al-Qur’an); sebuah buku yang mengandung visi moral dan kebaikan yang luar biasa. Buku ini telah mengilhamkan warisan intelektual yang indah dan agung.” Bak sedang bercengkrama, saya larut dalam setiap kata Khaled. Cukup lama hingga sebuah ide muncul dalam benak saya, bagaimana bisa membangun tradisi menulis di pesantren? 

Dus, ada beberapa eksperimen yang sudah saya coba lakukan untuk menjawab ide berbentuk pertanyaan di atas. Namun hingga kini, saya merasa belum melihat apa-apa sebagai hasilnya. Barangkali, simpul saya sekarang, karena percobaan saya selama ini masih berbentuk dialog yang akan hilang setelah selesainya dialog tersebut. Ada pelatihan, training, diklat dan semacamnya yang sudah saya berikan kepada santri-santriwati. Namun belum ada goresan yang tertulis sebagai pegangan mereka untuk berlatih. Walhasil, kita semua tentu dapat menebak; semangat ketika pelatihan, kebingungan ketika melakukan.

Karena itu, buku ini saya racik sedemikian rupa agar benar-benar seperti berada di ruang pelatihan menulis. Tidak akan Antum-Antunna jumpai ragam teori dalam buku ini kecuali dalam halaman motivasi menulis saja. Setelah itu, Antum-Antunna diharapkan dapat melaksanakan setiap arahan yang ada untuk kemudian melihat apa yang telah Antum-Antunna hasilkan dari usaha tersebut. Tentu, saya pun tidak berani menjamin Antum-Antunna akan benar-benar menjadi penulis setelahnya. Namun, dengan tulisan yang ada di hadapan Antum-Antunna sejenak setelah melakukan itu semua, Antum-Antunna sudah dapat melihat bahwa ada ide besar yang tersimpan rapi dalam diri Antum-Antunna. Dan ide itu dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan!

Layaknya tukang ojek yang hanya menghantar, saya kira tidak perlu berlama-lama saya mengajak Antum-Antunna bercengkrama dalam bagian ini. Mari kita memulai membangun tradisi menulis yang, sejatinya, sudah sedari dulu menjadi kebiasaan para pendahulu kita, ulama-ulama kita, bahkan Allah dan Rasul pun memerintahkannya. Sekedar ingin meledakkan kembali semangat Antum-Antunna, simaklah bagaimana Imam al-Ghazali berkata di telinga Anda: Kalau engkau bukan anak raja atau anak seorang ulama, jadilah seorang penulis. 

Radinal Mukhtar Harahap       
TIM RDP-MATLA